Thursday, 16 October 2014

Tanya (?)

Aku sedang hitung guguran kelopak mawar merah
Satu-satu kusimpan dalam kaca hampa udara
Kemudian layu, tapi merahmu sama,
kau tak bernyawa lagi..



Seperti itukah aku?
Bernyawa tapi tak hidup?
Atau aku sudah seperti itu?
Hidup tapi sebenarnya tidak?

Untuk apa terlalu sering bertanya?
Entahlah, itupun sebuah pertanyaan.
Lantas apa?
Kehidupanku dan pertanyaan seakan bersenyawa.

Jika begitu kau mau minta apa?
Diperbaiki?
Kepada siapa?
Tuhan?
Sudah sedekat apa kau dengannya?
Zikirmu? Penuh?
Ibadahmu? Sempurna?

Akan bertanya apa lagi?
Tentang hidupmu?
atau
Sisa hidupmu?

No comments:

Post a Comment