Tuesday, 18 November 2014

Dari Hujan untuk November

Sengaja kusimpan beberapa stok Camomile Tea. Ini akan menjadi teh favoritku selanjutnya. Kuambil satu dan kuseduh hangat ditemani gerimis yang menjadi hujan. Ini sebatas mengingatkanku dengan Edensor di dataran Inggris sana. Ada sebuah kedai kecil yang menyediakan berbagai macam teh dan wewangiannya. Ah mimpi lagi.


Kugerakkan jariku untuk menulis kembali, menceritakan ia dan limpahan senyumnya di tiap sore kami bertemu, membuatku bergeming terlalu menikmatinya, ia nyamankan aku dengan tarikan bibirnya dan sorot matanya yang hinggap seperti menelanjangi, kadang aku rindukan itu.
Berapa kali aku diam dalam hujan dengan tulisan di depan wajahku. Ternyata masih saja ia yang menjadi sumber inspirasi ini. Ia telah menjagaku semampunya, berada disisiku selama bisa melakukannya, mencintai dan menginginkan aku sesuai porsinya. Beribu kali selalu ingin kuucapkan terima kasih karena selalu memperlakukan aku istimewa, selalu memberikan aku ruang untuk mengekspresikan hidupku sendiri, selalu meyakinkan aku bahwa aku bisa, dan selalu menenangkan aku dengan kelembutannya. Aku terlalu menikmati ini semua.

Akan kuingat bagaimana kami berjalan di bawah payung dengan hujan mengguyur di sisi hulu sungai kemudian menghangatkan aku yang kedinginan, begitu protektif menjagaku, memelukku dan kubiarkan ia merasakan detak jantungku sendiri. Akan kuingat semua hal yang pernah kami buat bersama, karena tidak ada yang lebih menyenangkan selain melihat seseorang yang dicintai merasa nyaman berada disisimu.
Akan kuingat tawanya yang renyah ketika melihatku kesal karena kejahilannya.
Akan kuingat diamnya yang manja ketika marah, 
dan akan selalu kuingat ia dan aku akan bercerita seperti apa.


No comments:

Post a Comment