Tuesday, 31 March 2015

Insomnia

Seperti biasa jika perempuan sudah berkumpul. Mulut tak henti berucap, telinga tak bosan mendengar, mata pun fokus memperhatikan. Bau gosip dimana-mana, seremeh apapun masalah itu, sedikitnya satu kalimat pasti muncul dari berbagai pihak. Kali ini kudiam hanya untuk mendengarkan keantusiasan semua teman-temanku akan cerita yang mereka miliki.
Tak jauh dari obrolan tentang laki-laki, tv series, baju dan sepatu baru, make up dan salon yang bagus, juga membicarakan orang lain termasuk umur dan masa kami saat ini yang tak jauh dari keluh kesah masa perkuliahan dan penyusunan karya tulis ilmiah kami masing-masing.
Berawal dari temanku yang menghabiskan 100 jutanya untuk Koas ke berbagai desa, temanku yang lain yang sedang mempersiapkan pekerjaan kantoran untuk struktur bangunan di masa depan, temanku yang satu lagi yang sedang sibuk menata usaha juga mengejar karir menjadi bankir di salah satu perusahaan. Terdengar sangat hebat, mereka sudah mempersiapkan semua hal itu dengan terencana. Kapan giliranku?
Entah kenapa, setelah mendalami jurusanku ini, seringkali timbul berbagai kecemasan. Apakah aku sehebat teman-temanku? Apakah profesiku begitu sederhana? Apakah aku akan menjadi orang yang hebat? Entahlah, aku sedang ragu. Benarkah aku akan hebat berada disini?
Kukerjakan semua tugas. Usahaku habis-habisan untuk mencintai jurusanku ini. Ini sudah tingkat akhir, tapi aku masih dalam usaha mencintai jurusanku. Jurusan yang diharapkan ibu menjadi profesiku. Setelah menjalaninya, entah aku rasakan jenuh, terkhusus untuk akhir semester ini, program kerja lapanganku, penelitianku, skripsiku yang jauh dari kata serius, berjalan setengah hati dan kesungguhan yang ajeg dalam diri sendiri.
Yaaahh, tiap-tiap orang pastilah punya jalur kesuksesan masing-masing. "Mungkin jalannya harus seperti ini dulu". Kalimat itu yang sedikit membuat keoptimisan dari hidupku sendiri. Karena jika ditanya "Memang kamu ingin bagaimana?" pun, aku tak punya jawaban apa-apa. Bosan, sangat membosankan. Ketidaktahuanku sekarang bisa menjadi bumerang di masa depanku.
- Sedang berbaring dalam diam. 30 menit pernah rasakan resah saat seharusnya tidur malam.
31 Maret 2015.

No comments:

Post a Comment