Friday, 16 May 2014

Impian

Jika berkata impian tentunya tiap-tiap orang memiliki mimpi yang jikapun sama tentunya tidak dengan cerita yang sama. Ada yang realistis, ada yang fantastis, ada yang fana, ada pula yang abadi, tergantung bagaimana seseorang menggantungkan impiannya di tempat yang mana.

Menurutku, jika kita berbicara "impian" ini berarti suatu keinginan yang mestinya harus kita capai. Dalam KBBI, impian --> im-pi-an n (barang) yang diimpikan; barang yang sangat diinginkan. Inilah jika kita berbicara tentang impian, suata kata benda yang berasal dari kata "impi" yang artinya mengharapkan dengan sangat; mengidamkan. Nah darisinilah kita berbicara tentang harapan.

Aku mencoba mengetik kata "impian" di Google. Ada sekitar 7.180.000 hasil yang dapat dicari oleh mesin pencari itu. Sedikit banyak atau mungkin banyak sekali orang yang berbicara tentang impian? Apakah ini urusanku? :p . Semua orang memiliki hak atas impian-impiannya atau hanya memilih terus menjalani hidup apa adanya terkecuali mimpi yang padahal bisa ia harapkan, ya realis sekali. Adakah orang seperti itu?

Aku tidak begitu mengingat impian masa kecilku selain keinginanku untuk mengelilingi dunia, menjadi astronot dan berjalan mengelilingi cincin planet Saturnus. Sebuah khayalan dan impian dari seorang anak kecil yang membayangkannya dengan begitu sederhana. Suatu impian fantastis jika diingatnya lagi di hari ini.

Impianku hari ini, masih berhubungan dengan impian masa kecilku. Ya Keliling Dunia, lebih sederhananya mengunjungi "Benua Biru", benua yang terkenal dengan kebangsawanannya (darah biru) sehingga benua Eropa sering dijuluki seperti itu.  Lebih sederhana lagi adalah mengunjungi negara Inggris, yang terkenal dengan Negeri Raja, Negeri Shakespeare, Negeri Harry Potter, Negeri Sherlock Holmes, Negeri Albion dan masih banyak lagi julukan untuk negara dengan magnet besar untuk menarik semua orang berkunjung kesana. Wah, kok enteng banget ya ngomongnya pake diksi "sederhana" :)) Nyatanya, segala sesuatu yang bersifat sederhana tidak semudah yang dipikirkan, bukan?

Pergi ke Inggris, hal yang pertama kali kupikirkan adalah tiket pesawat, tempat tinggal, makanan halal yang harus kumakan, pakaian yang harus kubawa, transportasi disana, beberapa tiket wisata yang harus kubayar, dan tentunya buah tangan untuk orang-orang terdekatku. Berapa ya biaya yang harus kukeluarkan? Setelah stalking-stalking akun twitternya @aMrazing ternyata dihitung-hitung butuh biaya sekitar 70 juta rupiah. Tentunya bukan uang dengan jumlah sedikit untuk seorang mahasiswi manja yang belum memiliki penghasilan sepertiku. Kemudian aku mengetahui adanya kompetisi Mister Potato ini dari twit @Vabyo & @windyariestanty katanya #InggrisGratis. APAA? Tanpa pikir panjang aku langsung bergerak, melihat persyaratannya, mem-follow twitter @MisterPotato_Id Like Fans Page Facebook Mister Potato Indonesia aku berniat untuk menulis dengan harapan menang yang luar biasa lebay. Aku ingin menang, aku ingin ke Inggris, aku ingin ke negeri Harry Potter atau kuliah di Oxford barangkali? Aamiin..

Impian besarku untuk pergi kesana adalah napak tilas (ehehehehe), napak tilas dari film yang meraup kesuksesan yang tinggi. Ya, Harry Potter. Sebagai Potterhead, wisata Harry Potter merupakan wisata yang tidak boleh dilewatkan. Selain mengunjungi Warner Bros Studio Tour atau Museum Harry Potter, aku juga ingin berkunjung ke Bodleian Library Oxford, Alnwick Castle, London Zoo, King's Cross, Exhibition Hall of Australia House (Bank Gringotts), Leadenhall Market, London Eye, Big Ben, Buckingham Palace, Tower Bridge, Oxford University, Magnificient Gloucester Cathedral yang merupakan lokasi-lokasi shooting dari film Harry Potter dan tentunya harus didatangi sebagai penggemar Harry Potter. Meskipun lokasi-lokasi tersebut sebagian tidak terdaftar dalam destinasi #InggrisGratis setidaknya tidak apa-apa kan menulis semua impian-impianku? Sampai disana kan bisa aja aku misahin diri dari rombongan, *terus ngerasa jagoan* *di Bandung aja tukang nyasar* *mending ngemil Smax Ring aja*.

Negeri yang menjadi saksi tiga orang sahabat kecil tumbuh dewasa melalui film dan buku karangan penulis hebat JK Rowling ini telah menjadi bucketlist-ku jika aku bisa pergi keluar negeri. Mencoba sarapan ala orang Inggris dengan menu tradisionalnya; telur, sosis goreng, daging asap, roti goreng, jamur, kacang merah, dan kentang. Jangan bandingkan makanan tradisional mereka dengan Indonesia, hmmmm tapi nih, sebagai orang Indonesia terutama suku Sunda, makanan Sunda lebih nikmaaaat brooo ngunaaaaah. Nah keinginanku yang lain adalah makan fish and chips langsung dari negaranya, minum teh yang menjadi budaya orang Inggris dikenal tea time atau afternoon tea ditemani makanan-makanan ringan, minum butterbeer (?) --> Ujung-ujungnya tetep aja HP tapi minuman ini katanya cuma ada di The Wizarding World of Harry Potter di Universal Studio Orlando, terus bisa ih?

Masa kecilku selalu menganggap bahwa dunia Harry Potter merupakan dunia nyata sehingga aku ingin sekali mengunjungi sekolah sihir Hogwarts dan bersikeras meminta mama untuk membelikan sebuah tongkat sihir dari Ollivander. Sungguh terlalu sering berkhayal. Namun setelah mengetahui adanya kompetisi ini, dengan harapan yang besar untuk menang, semua impian-impianku akan segera kuraih. Bakal menang gitu? Jujur aja, impianku sekarang adalah memenangkan kompetisi ini kemudian berangkat kesana, ke negara sihir yang mampu menyihir mimpi-mimpiku menjadi kenyataan.

Aamiin...



P.S: Kompetisi ini bisa dicek di: misterpotato.co.id  

No comments:

Post a Comment